Sabtu, 23 April 2011

CINTA SEBENAR

Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu

Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku

Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Yang jatuh cinta padamu

by : Adhit Se Nyo
Kota koe 6 Maret 2011

Senin, 18 April 2011

ANDAI WAKTU BISA BERKAWAN


Goresan: Adri Yulisman,SE

Ketika canda mewarnai hariku
Ketika tawa menghiasi bibirku
Ketika itulah waktu merampasnya dariku
Ketika itulah ia pergi meninggalkanku

Apalagi yang hendak ku perbuat
Apalagi yang yang harus kukatakan
Ia telah mengambilnya dariku
Membawa kehidupanku

Kini akan hadir asa
Kenangan itu, impian itu, angan itu, semua ada
Ia telah mengajak ku pergi
Menggapai asa baru

Dan kini waktu telah menujukan kehebatannya
Andai saja kau bisa diajak berkawan
Aku hanya butuh satu detik darimu
Untuk mengubah semuannya

Tapi Ternyata hal ini sulit kau berikan
Ternyata kau begitu tegar
waktu, terima kasih atas segalanya
Terima kasih karena kau telah mengubah duniaku
                                                                  painan 2 April 2011

Akhirnya kutempuh juga


Ukiran jari : Adri Yulisman,SE

Ribuan jalan telah kita lewati
Berbagai rintangan telah kita lalui
Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri
Penuh suka maupun duka di hati

Semua bukanlah sekedar kenangn
Semua bukanlah sekedar renungan
Saat kita dalam kebersamaan
Dalam suka maupun pengorbanan

Namun, kita tlah tahu
Kita tak selamanya bersatu
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu

Saat berpisah harus menyapa
Ku tak ingin kau teteskan air mata
Ku tak ingin kau berduka
Karena hati kita kan tetap bersama

Sahabatku tercinta!!
Inilah hidup
Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup

Guruku tersayang
Ku ingin kita kembali bersama
Di saat harta tak lagi berguna
Di saat cinta menjadi satu-satunya pembela
                                                   painan 1 april 2011

Lenyapnya Waktu Itu


Guratan Tangan : Adri Yulisman,SE

Kemarau berkelana
Sisahkan jejak kerontang
Tiada sebentuk harapan
Tiada irama nadi
Hanya keinginan tercurah dari kepingan kalbu
Memecah, menitik

Hembus angin
Menebar aroma kering
Gugur beribu helai
Bisu berjuta kata
S’bab waktu telah menyergap

Kemarau tiada henti berkelana
Tiap guguran ada tanya
Tiap guguran terukir pasrah
Tiap guguran adalah perpisahan

Menghitung sisa langkah
Dalam resah gelisah napas
Meraba detak ini
Tiba pada penghujung waktu

Sebentar saja
Aku ingin ada
Aku ingin mengasihimu
Kau tak hilang dari pandanganku
Meski aku telah berkelana
                               painan 1 april 2011

About Me

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates